Properti sewa jangka panjang di Bali untuk investor dan ekspatriat

temukan properti sewa jangka panjang terbaik di bali, ideal untuk investor dan ekspatriat yang mencari peluang investasi dan tempat tinggal nyaman di pulau dewata.

Di Bali, perubahan gaya hidup global terasa hingga ke pilihan hunian. Ketika pekerja jarak jauh, pelaku industri kreatif, dan keluarga ekspatriat mulai memandang pulau ini bukan sekadar destinasi liburan, properti sewa berjangka panjang menjadi topik yang makin relevan di obrolan sehari-hari—mulai dari kedai kopi di Canggu hingga pusat bisnis di Denpasar. Bagi investor, pola tinggal yang lebih lama menciptakan aliran kas yang relatif stabil, sekaligus menuntut pemahaman yang lebih serius tentang regulasi lokal. Sementara bagi ekspatriat, pilihan rumah sewa bulanan atau tahunan menyentuh aspek yang sangat praktis: akses sekolah, kenyamanan kerja, hingga kepastian kontrak.

Di sisi lain, pasar properti Bali tidak berdiri sendiri. Ia bergerak mengikuti pengetatan izin usaha pariwisata, dorongan pembangunan berkelanjutan, serta pergeseran minat dari sewa harian ke jangka panjang. Hasilnya, investasi properti di Bali hari ini lebih mirip pekerjaan “membaca ekosistem” daripada sekadar memilih lokasi dekat pantai. Artikel ini menempatkan Bali sebagai konteks nyata: bagaimana tren long-term rental bekerja, apa saja yang perlu diperiksa secara legal, siapa pengguna utamanya, dan mengapa properti eksklusif dengan praktik ramah lingkungan sering kali lebih tahan terhadap gejolak pasar.

Tren properti sewa jangka panjang di Bali: dari wisata singkat ke gaya hidup menetap

Dalam beberapa tahun terakhir, Bali mengalami pergeseran permintaan yang jelas: lebih banyak orang datang untuk tinggal lebih lama. Perubahan ini terlihat dari meningkatnya pencarian villa sewa dan rumah sewa dengan kontrak bulanan hingga tahunan, terutama di koridor selatan dan area yang dekat fasilitas kerja. Fenomena digital nomad dan pekerja remote menjadi pendorong utama, karena mereka membutuhkan ritme hidup yang stabil—koneksi internet, ruang kerja nyaman, dan akses harian yang tidak merepotkan.

Untuk memahami dinamika ini, bayangkan tokoh fiktif bernama Raka, konsultan kreatif yang berpindah dari Jakarta ke Bali selama 12 bulan. Ia tidak mencari akomodasi yang “instagrammable” semata, melainkan hunian yang mendukung produktivitas: dekat coworking, mudah pesan transportasi, dan lingkungan yang aman. Pola seperti ini membuat sewa harian yang fluktuatif menjadi kurang menarik, sementara properti sewa jangka panjang menawarkan kepastian biaya dan kenyamanan.

Area yang menguat karena fasilitas penunjang: Canggu, Berawa, Pererenan, hingga Tabanan

Di Bali, lokasi tetap menjadi variabel penting, namun bukan lagi hanya soal “dekat pantai”. Kawasan seperti Canggu, Berawa, dan Pererenan tumbuh karena kombinasi fasilitas: kafe yang mendukung kerja, pusat kebugaran, coworking, serta komunitas internasional yang memudahkan adaptasi ekspatriat baru. Di saat yang sama, wilayah seperti Kediri dan Tabanan kerap dilirik sebagai emerging market karena menawarkan ruang yang lebih lapang, harga relatif lebih rasional, dan peluang pengembangan yang bertahap.

Bagi investor, implikasinya sederhana tetapi menentukan: properti yang “hidup” di sekitar ekosistem gaya hidup lebih mudah mempertahankan tingkat hunian. Nilai tambah tidak selalu berupa kemewahan ekstrem; kadang yang paling dicari justru tata ruang fungsional, manajemen kebisingan, dan akses harian yang lancar.

Stabilitas okupansi vs yield: cara baru membaca investasi properti Bali

Sewa jangka panjang biasanya menghasilkan yield yang sedikit lebih rendah dibanding sewa harian pada musim puncak. Namun banyak pelaku investasi properti menilai stabilitas sebagai “diskon risiko” yang layak. Dengan kontrak 12–24 bulan, arus kas lebih bisa diprediksi, biaya pemasaran lebih rendah, dan kerusakan akibat pergantian tamu yang terlalu sering cenderung menurun.

Dalam konteks pasar properti Bali, stabilitas juga membantu menghadapi perubahan regulasi. Ketika pengawasan terhadap akomodasi wisata meningkat, pemilik yang mengandalkan sewa harian tanpa kesiapan perizinan bisa lebih rentan. Sebaliknya, portofolio long-term rental yang tertib administrasi biasanya lebih tahan terhadap kejutan kebijakan. Insight yang penting: jangka panjang bukan sekadar durasi kontrak, melainkan strategi mengelola ketidakpastian.

temukan properti sewa jangka panjang di bali yang ideal untuk investor dan ekspatriat. pilihan terbaik dengan lokasi strategis dan potensi keuntungan maksimal.

Legalitas dan skema leasehold di Bali: fondasi aman bagi investor dan ekspatriat

Untuk siapa pun yang masuk ke investasi properti di Bali—terutama investor asing dan ekspatriat—pembahasan legalitas bukan pelengkap, melainkan fondasi. Sistem kepemilikan di Indonesia memiliki batasan yang jelas: warga negara asing tidak memiliki Hak Milik atas tanah. Karena itu, skema yang paling umum dipakai adalah leasehold atau sewa jangka panjang, di mana pihak penyewa memperoleh hak penggunaan dalam periode tertentu, lazimnya 25–30 tahun, dengan kemungkinan perpanjangan sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam praktiknya, leasehold tidak berarti “membeli tanah” secara langsung. Yang terjadi adalah kontrak hak pakai/kelola yang harus tercatat dengan rapi, disusun dengan akta notaris, dan selaras dengan aturan pertanahan serta zonasi. Kesalahpahaman terhadap perbedaan ini sering memicu sengketa. Itulah sebabnya, legal due diligence menjadi bagian dari strategi, bukan biaya yang bisa ditekan tanpa konsekuensi.

Dokumen dan pemeriksaan yang lazim dilakukan sebelum kontrak

Di Bali, legalitas mencakup dua lapisan: status tanah/bangunan dan izin pemanfaatan. Pemeriksaan sertifikat dan zonasi membantu memastikan lahan memang dapat digunakan sesuai rencana, sementara izin usaha terkait pariwisata menjadi krusial jika properti akan disewakan dengan pola tertentu. Penertiban terhadap akomodasi tanpa izin membuat properti yang “beres dokumen” sering memiliki daya tawar lebih tinggi di pasar.

Untuk memudahkan pembaca, berikut daftar pemeriksaan yang kerap dianggap minimum oleh pelaku pasar yang berhati-hati:

  • Kejelasan sertifikat dan riwayat kepemilikan, termasuk kesesuaian dengan penggunaan lahan.
  • Kesesuaian zonasi untuk rencana pemanfaatan (hunian, komersial terbatas, atau akomodasi).
  • Akta notaris yang mencantumkan nilai transaksi secara wajar dan ketentuan perpanjangan yang tidak multitafsir.
  • Rencana operasional: apakah akan disewakan bulanan/tahunan, atau campuran, karena ini berdampak pada perizinan dan pajak.
  • Skema pengelolaan: dikelola sendiri atau menggunakan manajemen properti profesional (termasuk tanggung jawab perawatan).

Daftar ini bukan “ceklist formalitas”. Setiap poin berhubungan langsung dengan nilai aset dan kelancaran pengelolaan. Insight yang sering diabaikan: legalitas yang kuat adalah fitur ekonomi, bukan sekadar urusan administrasi.

Kenapa leasehold sering dipilih: biaya awal, fleksibilitas, dan akses lokasi premium

Leasehold menarik karena menurunkan biaya awal dibanding skema kepemilikan penuh yang hanya tersedia bagi WNI. Bagi ekspatriat yang ingin tinggal beberapa tahun—misalnya untuk penugasan kerja, membangun usaha, atau pensiun—kontrak panjang dapat terasa lebih rasional daripada sewa tahunan yang terus diperbarui tanpa kepastian jangka jauh. Dari sisi investor, leasehold juga sering membuka akses ke lokasi premium yang sudah mapan.

Contoh sederhana membantu menggambarkan logikanya. Jika seseorang mengambil kontrak 30 tahun untuk sebuah vila, biaya “tersebar” ke horizon yang panjang. Dalam banyak kasus, total biaya per hari bisa terasa jauh lebih rendah dibanding menyewa properti selevel itu secara harian. Di pasar properti Bali, kalkulasi seperti ini sering menjadi dasar mengapa villa sewa long-term tetap diminati, meski harga awal tampak besar.

Pajak dan biaya yang membentuk profitabilitas properti sewa jangka panjang di Bali

Membicarakan properti sewa jangka panjang tanpa pajak sama seperti menilai investasi tanpa menghitung biaya perawatan: terlihat bagus di atas kertas, lalu mengecewakan ketika berjalan. Struktur pajak di Indonesia memiliki beberapa lapis yang dapat muncul tergantung status pihak yang terlibat dan cara properti dioperasikan. Karena itu, perencanaan sejak awal akan membantu menghindari kejutan yang menggerus margin.

Secara umum, pendapatan sewa dapat dikenai PPh final dengan tarif berbeda tergantung status wajib pajak. Selain itu, ada situasi tertentu ketika PPN relevan, khususnya bila pemilik atau pengelola adalah Pengusaha Kena Pajak. Di luar pajak pusat, terdapat kewajiban daerah yang bisa muncul bila properti dijalankan menyerupai akomodasi wisata harian. Memahami batas antara sewa hunian dan operasional pariwisata penting agar pembukuan dan kepatuhan tidak bertabrakan.

Memahami dampak pajak pada strategi: long-term rental vs sewa harian

Untuk long-term rental yang berorientasi hunian, pola pajaknya cenderung lebih sederhana dibanding properti yang dipasarkan layaknya hotel mini. Begitu model bisnis bergerak ke sewa harian, kewajiban daerah seperti pajak hotel dan restoran dapat menjadi faktor, di samping biaya operasional yang biasanya lebih tinggi. Banyak investor di Bali menganggap long-term rental sebagai cara menjaga kesederhanaan administrasi sekaligus stabilitas pendapatan.

Poin penting lainnya adalah administrasi wajib pajak. Memiliki identitas perpajakan yang sesuai dan melaporkan penghasilan secara benar bukan hanya soal patuh, tetapi juga memengaruhi tarif dan kemudahan proses. Di lapangan, pengelolaan yang rapi membantu ketika terjadi audit, perpanjangan kontrak, atau pengalihan hak sewa.

Studi kasus realistis: menghitung biaya dan ROI dengan memasukkan faktor legal dan pajak

Ambil ilustrasi yang lazim di Bali: seorang investor asing menyewa sebuah vila di kawasan selatan untuk 30 tahun dengan nilai transaksi beberapa miliar rupiah, dilakukan melalui notaris dengan pencatatan yang wajar. Dalam skenario seperti ini, biasanya ada PPh final terkait transaksi, lalu potensi PPN jika kondisi tertentu terpenuhi. Di sisi lain, investor menargetkan pemasukan dari sewa bulanan kepada keluarga ekspatriat atau profesional yang tinggal minimal 6–12 bulan.

Ketika semua komponen dimasukkan—biaya notaris, pajak transaksi, cadangan perawatan, hingga potensi biaya perpanjangan—perhitungan yang sehat tetap bisa menunjukkan ROI yang kompetitif untuk kelas aset tertentu, sering berada pada kisaran menengah satu digit hingga dua digit rendah per tahun, tergantung lokasi dan kualitas pengelolaan. Pelajarannya jelas: profit bukan sekadar “harga sewa dikali bulan”, melainkan hasil dari disiplin menghitung risiko.

Untuk memperkaya perspektif lintas kota, sebagian pembaca membandingkan struktur sewa di Bali dengan kota lain di Indonesia. Misalnya, karakter hunian urban seperti serviced apartment di Jakarta Pusat cenderung menekankan kedekatan dengan pusat perkantoran, sementara Bali sering menekankan kombinasi kerja-berlibur dan kebutuhan ruang. Perbandingan seperti ini membantu menempatkan Bali secara proporsional sebagai pasar yang unik.

Profil penyewa dan kebutuhan nyata ekspatriat: dari Denpasar sampai Uluwatu

Berbicara tentang properti sewa jangka panjang di Bali berarti membicarakan manusia dan kebutuhannya. Penyewa utama tidak hanya satu tipe. Ada keluarga ekspatriat yang memprioritaskan akses sekolah internasional dan layanan kesehatan; ada pekerja remote yang mengutamakan konektivitas dan ketenangan; ada pula investor domestik yang pindah sementara untuk mengawasi proyek atau membuka cabang usaha. Keputusan mereka sering dipengaruhi hal-hal praktis: waktu tempuh harian, kualitas air, manajemen sampah, hingga kejelasan aturan rumah.

Denpasar, misalnya, kerap dipilih oleh penyewa yang ingin akses layanan publik lebih mudah dan mobilitas yang lebih “kota”. Hunian berupa rumah atau apartemen di area ini biasanya dicari untuk ritme hidup yang stabil, terutama bagi penghuni yang tidak ingin terlalu bergantung pada zona wisata. Untuk gambaran konteks hunian di pusat aktivitas, pembaca dapat melihat contoh kategori rumah dan apartemen di Denpasar, Bali sebagai referensi jenis properti yang sering dicari untuk tinggal lebih panjang.

Kenapa Uluwatu dan pesisir tetap kuat untuk segmen tertentu

Di sisi lain, kawasan seperti Uluwatu dan area pesisir menawarkan daya tarik berbeda. Segmen yang memilihnya sering mengincar suasana yang lebih privat, pemandangan, dan gaya hidup yang dekat dengan laut. Namun, kebutuhan penyewa jangka panjang di zona ini tetap menuntut hal yang sama: pengelolaan properti yang rapi, akses belanja harian, dan infrastruktur yang mendukung kerja jarak jauh.

Jika seseorang mencari gambaran tentang villa sewa di area selatan, rujukan seperti villa sewa di Uluwatu, Bali membantu melihat bagaimana pasar menempatkan lokasi, desain, dan durasi sewa dalam satu paket keputusan. Ini juga memperlihatkan bahwa “eksklusif” tidak selalu berarti berlebihan; sering kali ia berarti privasi, perawatan konsisten, dan pengalaman tinggal yang tertata.

Peran manajemen properti profesional dalam menjaga standar dan hubungan dengan penyewa

Dalam praktik sehari-hari, banyak pemilik menggunakan jasa manajemen properti untuk menjaga kualitas layanan: perawatan berkala, pengelolaan komplain, hingga inspeksi rutin. Untuk penyewa ekspatriat, keberadaan pengelola yang responsif mengurangi stres adaptasi, terutama ketika ada kendala teknis seperti listrik, air, atau internet. Dari sisi investor, layanan ini membantu melindungi aset dari penurunan kualitas akibat penggunaan jangka panjang.

Pada akhirnya, pasar long-term rental di Bali makin menuntut profesionalisme. Penyewa membandingkan pengalaman tinggal mereka dengan standar global, sementara pemilik harus menyeimbangkan biaya operasional dengan daya saing. Insight penutup untuk bagian ini: kualitas pengelolaan sering lebih menentukan retensi penyewa daripada kemewahan furnitur.

Sustainability, responsible tourism, dan properti eksklusif: nilai tambah yang makin dihitung pasar Bali

Di Bali, isu keberlanjutan tidak lagi menjadi topik pinggiran. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak tamu dan penghuni jangka panjang—terutama dari segmen berdaya beli tinggi—menilai akomodasi berdasarkan dampak lingkungan dan keterlibatan sosialnya. Ini memengaruhi pasar properti Bali secara langsung: properti yang menerapkan prinsip ramah lingkungan cenderung lebih mudah mempertahankan reputasi, memperoleh ulasan positif, dan mengundang penyewa berulang, bahkan ketika kompetisi meningkat.

Pemahaman ini penting bagi investor yang ingin menempatkan asetnya sebagai properti eksklusif dalam arti yang modern: efisien energi, tidak boros air, dan tidak mengabaikan konteks lokal. Keunggulan seperti ini bukan hanya soal idealisme. Ia dapat diterjemahkan menjadi biaya operasional yang lebih terkontrol serta diferensiasi yang nyata di pasar sewa.

Praktik yang dianggap “masuk akal” secara bisnis dan diterima penyewa

Keberlanjutan di properti sewa tidak selalu berarti teknologi mahal. Banyak pendekatan yang justru praktis dan punya dampak cepat. Misalnya, pengelolaan limbah yang terstruktur membuat lingkungan lebih nyaman, sementara sistem penghematan listrik mengurangi tagihan bulanan. Untuk hunian jangka panjang, penghematan seperti ini terasa langsung oleh penghuni sehingga meningkatkan kepuasan.

Contoh praktik yang sering dinilai positif oleh penyewa dan sekaligus logis untuk pemilik antara lain:

  • Pengelolaan sampah yang konsisten (pemilahan, jadwal angkut, dan edukasi penghuni).
  • Efisiensi energi melalui desain ventilasi, pencahayaan alami, dan peralatan hemat daya.
  • Energi terbarukan seperti panel surya pada properti tertentu yang memungkinkan.
  • Kerja sama dengan UMKM lokal untuk layanan kebersihan, perawatan taman, atau suplai kebutuhan rumah.

Yang menarik, penyewa jangka panjang sering lebih peduli pada konsistensi penerapan dibanding klaim besar. Apakah fasilitasnya benar-benar berjalan, atau hanya “label” di brosur? Pertanyaan ini makin sering muncul seiring kedewasaan pasar.

Menjaga sensitivitas budaya Bali dalam pengelolaan properti sewa

Responsible tourism di Bali juga berkaitan dengan cara properti berinteraksi dengan komunitas sekitar. Pengelolaan parkir, kebisingan, dan tata perilaku penghuni dapat menentukan hubungan dengan banjar setempat. Untuk penyewa ekspatriat yang tinggal lama, memahami aturan lokal—termasuk etika saat upacara adat—membuat pengalaman tinggal lebih harmonis.

Dari sudut pandang investasi properti, hubungan sosial yang baik sering menjadi “asuransi tak tertulis”. Properti yang menimbulkan gesekan berkepanjangan dapat menghadapi hambatan operasional, sementara properti yang adaptif cenderung lebih tenang dalam jangka panjang. Dan ketika long-term rental menjadi strategi, ketenangan operasional adalah bagian dari return yang sering tidak terlihat di spreadsheet.

Dengan fondasi tren, legalitas, pajak, profil penyewa, dan sustainability yang sudah dibahas, langkah berikutnya bagi banyak pembaca adalah menyusun kriteria seleksi yang benar-benar sesuai tujuan—apakah untuk tinggal sebagai ekspatriat atau membangun portofolio investor—karena di Bali, detail kecil sering menjadi pembeda hasil besar.

Forma@2x.png

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
white-couple-experiencing-virtual-reality-with-vr-AJZC7DN.jpg
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium.
Doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.
  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
  • Tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua
  • Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco
  • Laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat
  • Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore
Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.

Louis Vuitton Ends Fashion Month With a Trip to the Future

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate.
minh-pham-7pCFUybP_P8-unsplash.jpg

This Norwegian Teen Is Fighting Her Government on Arctic Oil Drilling

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Picture of Bessie Simpson
Bessie Simpson

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

All Posts

Properti sewa jangka panjang di Bali untuk investor dan ekspatriat

temukan properti sewa jangka panjang terbaik di bali, ideal untuk investor dan ekspatriat yang mencari peluang investasi dan tempat tinggal nyaman di pulau dewata.
Forma@2x.png

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
white-couple-experiencing-virtual-reality-with-vr-AJZC7DN.jpg
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium.
Doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.
  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod
  • Tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua
  • Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco
  • Laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat
  • Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore
Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores.

Louis Vuitton Ends Fashion Month With a Trip to the Future

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate.
minh-pham-7pCFUybP_P8-unsplash.jpg

This Norwegian Teen Is Fighting Her Government on Arctic Oil Drilling

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.
Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem.
Picture of Bessie Simpson
Bessie Simpson

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

All Posts